Elegi Malam

Image

source: google

Setiap orang memiliki suara langkah kaki yang berbeda. Entah aku bermimpi atau berhalusinasi, aku mendengar suara langkah kaki itu, mendekat kearahku, namun saat aku mencari, suara itu hilang. Ketika aku ingin memejamkan mata, suara itu kembali. Aku tak tahu harus berbuat apa, aku sangat hafal langkah kaki siapa itu dan itu benar-benar membuatku selalu terjaga sepanjang malam.

Emosi menderu saat kau tak lagi dianggap. Gelap. Aku seperti ada dalam dimensi yang berbeda, bukan dimensi dimana aku tinggal. Entah ilusi atau halusinasi, semua mengkhianati keberadaanku. Semua tidak mempedulikan apa dan siapa aku. Sepertinya aku bukan salah satu dari mereka.

Seseorang yang sangat dekat denganku, yang mewariskan sifat dan gennya padaku juga ikut mengabaikanku. sahabatku, tertawa tanpaku, dan dia, sudah tak peduli dengan keberadaanku. Sejak malam itu.

Aku tahu sejak malam itu, aku bukan lagi bagian dari mereka. Aku berbeda, aku bukan lagi seseorang yang nyata, aku tak terlihat. Suara langkah kaki di malam itu, kembali terngiang di telingaku. Langkah kaki itu mendekatiku diiringi dengan suara mendesing yang sangat menyakitkan telingaku. Peluru yang tepat menembus jantungku sukses membuatku pergi dari kehidupan fana ini.

Aku tahu sebenarnya mereka bukan tak mengindahkanku ataupun tak mempedulikanku. Mereka hanya berusaha untuk tegar, mencoba menerima kepergianku dan terus melanjutkan hidup. Tetapi aku belum bisa pergi, masih ada hal yang perlu kuselesaikan. Mencarinya dan membalas apa yang dilakukan si pemilik langkah kaki itu kepadaku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s