KLIK!

“Dor!” Suara Dio mengagetkan Rena yang saat itu tengah asyik mengambil gambar kupu-kupu.

“Dio, apaan sih, bikin kaget tau ngga, kupu-kupunya jadi terbang kan”, Rena memukul Dio, lalu mencari-cari kupu-kupu yang tadi hampir ia ambil gambarnya.

“Habisnya lo serius banget sih, tadi katanya minta ditemenin, sekarang udah ditemenin, gue dicuekin, ckck”, Dio menggelengkan kepalanya lalu beranjak dari tempat ia berdiri, “yaudah, gue pergi dulu ya, mau beli minum, lo mau ngga?”

Rena menganggukan kepalanya, “Makasih ya, Di!” Teriaknya pada Dio yang lalu melambaikan tangannya tanpa berhenti berjalan.

Rena terdiam. Ditatapnya punggung Dio dari kejauhan, ia picingkan matanya lalu mengintip ke lubang kameranya, ia fokuskan lensa kameranya, dan klik! Bertambahlah koleksi foto Dio yang Rena ambil secara diam-diam. Tiba-tiba Rena teringat kata-kata Andin, “Ren, kalo lo suka sama Dio bilang dong, tunjukkin, kalo kaya gini terus gue yakin suatu saat lo bakalan nyesel”, kata-kata itu selalu terngiang di telinga Rena. Menyesal? Rena menggelengkan kepalanya pelan. Sudah setengah tahun dia hidup seperti ini, kamera yang ia pegang, adalah saksi mati perasaan Rena. Rena tahu Rena sayang Dio, tetapi Rena tidak bisa menunjukkannya, Rena terlalu takut untuk mendapati kenyataan yang berbeda dari yang dia harapkan.

Sore. Taman. Kamera. Lewat ketiga hal ini Rena mengenal Dio, lewat ketiga hal ini Rena menyadari betapa menyenangkannya Dio, dan juga, lewat ketiga hal ini Rena merasakan apa yang orang sebut jatuh cinta, ya, jatuh cinta secara diam-diam. Pernah Rena mencoba untuk menjauhi Dio dan mencoba untuk mematikan rasa yang membuatnya terjebak, tetapi semakin Rena mencoba melupakan, semakin Rena tidak dapat berbohong kalau ia tidak bisa jauh dari Dio.

Dari kejauhan terlihat Dio berlari-lari, “Renaaa, Renaaa, sini deh ada anak ayam, lucu banget!” Dio menarik tangan Rena.

“Dioo, tung..” Belum sempat Rena menyelesaikan kata-katanya, ia terpukau dengan sekelompok anak-anak ayam kecil yang berkeliatan di sekelilingnya.

“Nah, foto gih, pasti keren banget, apalagi kalo kamu yang ambil gambarnya” Sahut Dio sambil tersenyum.

Tanpa pikir panjang, Rena membidik kameranya dan segera mengambil gambar-gambar anak ayam tersebut. Dio diam disebelahnya sambil tetap tersenyum, diambilnya salah satu anak ayam yang sedang diam, diusapnya lembut. Pikirannya melayang, dan menemukan memori setahun yang lalu, saat ia pertama kali mengenal Rena.

***

Hari itu hujan, seperti biasa Dio diam terduduk di bawah kanopi taman, menunggu hujan berhenti. Dari kejauhan, terlihat seorang perempuan berlari-lari kecil menghindari hujan. Perempuan itu membiarkan dirinya basah kuyup, tetapi ia terlihat melindungi sesuatu. Dio tersenyum, lucu, pikirnya. Dio sering melihat perempuan itu, dengan kameranya yang setia menemaninya, ia ingin sekali mengenalnya, tetapi kesempatan itu tak kunjung datang, hingga di hari itu.

“Hai, boleh kan gue ikut nunggu hujan reda disini?” Tanya Rena malu-malu.

Dio tersenyum menganggukan kepalanya, “lo ngga papa? lo basah kuyup gitu.”

“Oh, ngga papa kok, gue akan baik-baik aja selama dia baik-baik aja.” Jawab Rena santai.

“Dia?” Tanya Dio heran.

Rena mengeluarkan sesuatu yang sejak tadi dilindunginya, “iya, ini, kamera gue. Kalo kamera gue sampe kehujanan terus rusak, gue ngga akan baik-baik aja. Ngeselin ya emang ini hujan, ngga bisa liat orang lagi sibuk, kenapa harus hujan disaat yang kaya gini.” Rena terus mengoceh tanpa henti. “Oh iya, gue Rena, lo?” Rena menyodorkan tangannya pada Dio

“Dio.”

“Oke, Dio, karena hujannya udah mulai reda, gue balik duluan ya, takut kemaleman, bye!” Rena melambaikan tangannya pada Dio, yang disambut dengan anggukan kepala.

***

“Diooo.. Hei, Dio! Kok sekarang jadi lo yang bengong sih? tuh, anak ayamnya kasian, pengen jalan-jalan, jangan dibawa-bawa, hahaha”, suara Rena menyadarkan Dio.

“Eh, oiya bener, aduh, maaf ya, ayam kecil”, sahut Dio tergagap lalu melepaskan anak ayam itu.

Tak terasa, satu tahun Dio mengenal Rena. Rena yang bisa mengubah hidupnya, Rena yang membuat hari-hari Dio kembali. Dio tidak lagi harus sendiri, menyesali keterpurukannya. Rena satu-satunya alasan mengapa Dio masih bisa, dan terus tersenyum. Dio menemukan apa yang orang bilang jatuh cinta. Ingin sekali Dio berterus terang pada Rena, menemaninya, menjaganya, tetapi ia tak bisa. Dio masih terjebak dalam bayangan masa lalunya, kecewa dan terluka karena hal ini. Tetapi, Dio juga tak bisa membayangkan jika suatu saat Rena meninggalkannya, tak lagi ada untuknya.

“Dio! Ya Tuhan, ini anak kenapa sih, bengoong terus, mikirin apa?” Rena meletakkan kameranya dan duduk disamping Dio.

“Ngga ada apa-apa kok, takjub aja liat lo, yang bisa asik sendiri kalo udah ketemu objek, lucu.” jawab Dio.

“Lo bakal ngerasain hal yang sama, kalo lo udah nemuin passion lo! Kaya gue, dengan kamera ini, gue menemukan se..muanya” terang Rena. Termasuk menemukan kamu, lanjutnya dalam hati.

“Iya, nemuin pohon, langit, kupu-kupu, ayam, apalagi? Objek lo ngga pernah jauh-jauh dari itu kan?”

“Eeh, kata siapa, gue juga pernah kali foto orang, ya, walaupun buat pas foto adik gue,” jawab Rena lagi.

“Emang, lo ngga pernah nyoba pake objek orang? Gue misalnya? Masa gue udah capek-capek nemenin lo, terus gue ngga pernah difoto? Haha”, canda Dio.

“Lo? Pengen banget? Jangan harap, berani bayar berapa lo jadi model gue?” Agak tersendat Rena menjawab pertanyaan Dio. Dio hanya tidak tahu, tanpa dibayarpun, Rena sudah memiliki puluhan foto Dio, yang ia ambil sendiri.

Dio tertawa, lalu kemudian sunyi. Keduanya terdiam, masing-masing asyik dengan lamunan mereka sendiri, lamunan yang memiliki arti sama, memiliki memori yang sama dan terikat, namun enggan untuk disampaikan, entah sampai kapan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s