‘Kehilangan’ Budaya: Suatu Proses Homogenisasi

“Ah, ngga keren banget sih lo masa ngga pernah denger lagunya Maroon 5?  Makanya, kalo dengerin musik jangan lagu Indonesia terus, gaul dong sekali-sekali.”

Saya yakin beberapa diantara kita, atau bahkan sebagian besar pernah terlibat dalam percakapan seperti ilustrasi diatas. Ketika suatu bentuk kreasi yang berasal dari negaranya sendiri kemudian diberi label kuno, jelek, dan beberapa sebutan negatif lainnya. Bahkan jika kita boleh bandingkan isi playlist kita di handphone antara lagu-lagu barat dan lagu-lagu lokal, saya berani bertaruh sebagian besar diantara kita lebih banyak menyimpan lagu-lagu berbahasa Inggris daripada berbahasa Indonesia. Sadarkah bahwa sebenarnya kita sedang mengalami suatu proses ‘kehilangan budaya’?

Dalam hubungan internasional sendiri, dipelajari terdapat dua istilah, yakni culture blank dan culture blind. Culture blank adalah suatu keadaan ketika konsep budaya menghilang, budaya dianggap kosong, karena semua menjadi bersifat universal sehingga tidak ada lagi muncul konsep budaya itu sendiri yang merupakan identitas dari sebuah bangsa. Agak sedikit berbeda dengan culture blind, dimana budaya sebenarnya memang ada, tetapi keberadaannya tidak terlalu dilihat sebagai hal yang mempengaruhi dunia internasional.

Jika ditelusuri lebih lanjut, lagu-lagu yang dianggap ‘keren’ rata-rata berbahasa Inggris dan diproduksi oleh perusahaan rekaman di negara-negara barat. Konstruksi yang ditanamkan negara-negara barat kemudian membuat budaya-budaya yang dimiliki sebagai keunikan dari masing-masing negara sedikit demi sedikit kian terkikis. Kita tidak hanya dapat melihat kesamaan selera masyarakat yang banyak berminat untuk mendengarkan lagu-lagu berbahasa Inggris, tetapi juga dewasa ini banyak penyanyi-penyanyi lokal di suatu negara yang menggunakan bahasa Inggris agar lagunya dapat diterima khalayak ramai atau bahkan untuk dapat berkarir go international. Peristiwa dan keadaan inilah yang kemudian membuat saya berpikir bahwa hubungan internasional memiliki kecenderungan mengarah pada culture blank atau kekosongan budaya.

Proses homogenisasi sedang terjadi dalam dunia internasional saat ini, proses menuju kekosongan budaya. Budaya, yang sudah mulai menjadi ‘hal’ yang bersifat universal, bahkan mungkin tidak lagi layak untuk disebut ‘budaya’ karena tidak memiliki keunikan sendiri sebagai identitas. Tidak hanya lagu dan musik saja, tetapi uniformasi sudut pandang juga sudah mulai terbentuk disini, konstruksi-konstruksi baru bermuncul sebagai suatu bentuk penolakan atas tudingan yang dialamatkan pada sebuah objek, yang kemudian akan  mempengaruhi pola dan tingkah laku kita.

Hubungan internasional juga mulai bergerak kepada proses yang mengarah kepada culture blank. Seperti yang diyakini oleh kaum idealis, bahwa dengan adanya keseragaman ide dan nilai kemudian mampu membuat dunia lebih baik dan berdamai, seperti yang terlihat dalam konsep democratic peace theory, yang percaya bahwa negara yang sama-sama menganut faham demokrasi tidak akan pernah berperang dan akan lebih mudah untuk melakukan kerjasama. Hal ini yang kemudian membuat negara-negara penganut non-demokrasi mulai tergerak untuk berpindah haluan agar semua kerjasama dan hubungan yang mereka lakukan dapat terlaksana tanpa hambatan.

Beberapa pemaparan diatas mungkin hanya merupakan langkah awal dari sebuah proses homogenisasi budaya dan walaupun culture blank belum berlaku secara utuh saat ini, tetapi terlihat adanya potensi yang cukup kuat ketika proses ini suatu saat akan sampai pada keadaan dimana dunia benar-benar memiliki keseragaman identitas, dan tanpa batas. Borderless World.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s