Ketika semesta telah berkehendak, lalu aku bisa apa?

Jam berdentang satu kali, itu tandanya pukul satu, itu tandanya tepat lima jam Rhe berkutat didepan laptopnya tanpa beranjak sedikitpun bahkan hanya untuk menyempatkan diri duduk di meja makan untuk melakukan santap malam yang biasanya ia lakukan pada hari-hari sebelumnya. Rhe merelakan waktu makan malamnya hanya untuk menelusuri kata demi kata yang ia baca dari jurnal maupun buku elektronik, kemudian ditransfer kedalam bagian kiri otaknya, lalu diintepretasikan dan dituangkan kedalam semacam esai dengan pemahamannya dalam aplikasi Microsoft Word. Lalu dilanjutkan dengan memetakan pekerjaan-pekerjaan yang akan dilakukan setelah menyelesaikan aktivitas satu ini. Lelah, tapi masih banyak, pikir Rhe. Terkadang Rhe selalu berusaha untuk tetap tersenyum, tetapi tidak sedikit pula ia ditemui dengan raut wajah tak suka, lelah, bahkan untuk sedikit bercanda dan menghabiskan waktu luang bersama kawan-kawannya. Andai saja waktu dapat dikembalikan, Rhe kembali berandai-andai. Andai saya tak terlalu gegabah dan serta merta menerima tantangan, Pikir Rhe. Ya, Rhe suka tantangan, Rhe suka hal baru. Tetapi kali ini, ada harga yang benar-benar harus dibayar untuk memenuhi tantangan itu, terlebih lagi Rhe menerimanya disaat yang mungkin kurang tepat. Rhe terlalu teguh terhadap arogansi dirinya yang menganggapnya dapat melakukan semuanya, tapi nyatanya? Rhe benar-benar harus kehilangan hari-harinya, Rhe harus kehilangan dirinya yang dulu. Dirinya yang bebas, tertawa dengan lepas, tanpa harus memikirkan tanggung jawab apapun.

Rhe selalu mengeluh. Rhe selalu bilang bahwa ia tak bisa. Tetapi inilah kehendak semesta. Semesta tahu apa yang seharusnya Rhe dapatkan. Semesta tahu kapan saatnya semua harus dihentikan. Semesta tahu ini belum apa-apa dibandingkan kekuatan yang Rhe miliki. Dan, semesta yakin Rhe benar-benar mampu melewatkan semuanya dengan nilai akhir yang baik, laporan yang baik, yang kemudian akan membawa Rhe satu level lebih tinggi dibandingkan yang lain.

Kemudian, ketika semua telah menjadi keputusan dari semesta. Ketika semesta sudah memberikan keputusan dan mandat. Ketika semesta telah berkehendak, lalu Rhe bisa apa?

01/04/13 – 01.08 am

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s