Diorama Efek Halo (3)

5

Ditengah kebingunganku mencari Nena, seseorang tiba-tiba mengetuk pintu klinik. Kecemasanku akan Nena hilang seketika. Bukan, bukan Nena yang datang, tetapi seseorang yang sangat tidak kukira dan bahkan aku sangat tidak menyangka ia akan menjengukku disini. Satya. Dia masih berdiri diseberang sana, di ujung pintu. Apa aku tidak salah lihat? Berkali-kali aku mencoba meyakinkan penglihatanku yang mungkin saja aku berhalusinasi melihat sosok itu datang kemari, untuk melihatku. Apa aku bermimpi? Apa aku berhalusinasi? Suara hatiku terus menerus menderukan pertanyaan yang sama. Dia berjalan ke arahku, dia menghampiri tempatku membaringkan tubuh. DEMI TUHAN, APAKAH AKU SEDANG TIDAK BERMIMPI????

6

Nena terus menerus menatap jam dinding, jarum jam telah menunjukkan pukul 13.25. Itu tandanya, sudah lebih dari tiga jam ia berada disini, namun belum menunjukkan tanda-tanda keadaan akan segera membaik. Ingin rasanya Nena pergi dan segera menghampiri Bunga, ia pasti mengira aku kenapa-kenapa, pikirnya. Tetapi, ia belum bisa pergi, ia khawatir jika ia meninggalkan rumah sakit, bagaimana jika tiba-tiba dokter mencarinya untuk menginformasikan hal-hal penting?

***

Aku tiba di sebuah kamar rawat inap dengan nafas tersengal, aku tidak mengira ia akan separah ini. Aku belum tau secara pasti memang bagaimana keadaanya saat ini, dan aku harus memastikan keadaannya, persetan dengan harga diri dan gengsi, yang penting sekarang, aku tahu bagaimana keadaannya, dan semoga ia benar-benar baik-baik saja. Aku mengetuk pintu dan perlahan memutar kenop pintu tersebut untuk memasuki kamar yang sedang dihuni oleh pasien bernama Vanessa Nayara itu.

“SATYA??? KENAPA LO BISA ADA DISINI???”

Aku terdiam, membatu ditempatku berdiri. Tuhan, aku tak tahu apa yang harus aku katakan. Terakhir kali aku berdiri dihadapannya seperti ini adalah tiga tahun yang lalu. Dan saat itu, aku membuatnya menangis.

7

Aku masih tidak percaya dengan apa yang terjadi beberapa saat yang lalu. Dia menghampiriku, tetapi bukan itu yang membuat jantungku sekarang berdebar tidak karuan antara cemburu, marah, bingung, entah aku harus berbuat apa sekarang dan harus meluapkannya kepada siapa. Tadi, Satya menanyakan Nena. YA, NENA! Aku benar-benar tidak paham mengapa mendadak Satya mencari Nena, apa mereka saling kenal? Kurasa tidak. Seingatku Nena tidak pernah bercerita perihal Satya, dan jika Nena memang mengenal Satya, dia pasti akan menceritakannya padaku. Atau… ada sesuatu yang terjadi diantara mereka yang membuatnya enggan menceritakannya padaku?

Dan, betapa terkejutnya aku ketika teman-temanku menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, mengetahui ternyata Nena dibawa ke rumah sakit karena cidera punggung untuk menyelamatkanku. Bingung. Aku benar-benar tak tahu aku harus bagaimana. Disalah satu sisi aku mempertanyakan segala sesuatu menyangkut hubungan Nena dan Satya, di sisi lainnya aku merasa bersalah karena Nena saat ini terluka karena akan menyelamatkanku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s