It’s all about Faith and The ‘Happy-Ending-Expectations’

Image

source: google
 

And I keep waiting for the day when this story is going to meet the end. Did I ever mention I hate the whole-happy-endings-on-drama thingy bcause its seems soo impossible? I really don’t mean to be pessimistic or sceptical, I just trying to be realistic. But yeah, as I told you, The universe will always and always made you learn to appreciate the efforts which they’ve already done.

Perhaps, its not about ‘what’ are the universe trying to tell us the suitable situation for us, but, its all about ‘how’ they guide us to something which we already have the faith on it, deep down.
And it will never goes wrong, what will happen in the future, its what you’ve been thinking, expecting, and believing it’ll happen.

So does this story. I have a faith on how this story is going to reach the end. Either it will be a happy-ending-story or sad-ending-story for me, I believe that, for you, its gonna be a happy-ending-story.

“Because maybe it’s dumb to look for signs from the universe, maybe the universe has better things to do – and dear God, I hope it does. Do you know how many signs I’ve gotten, how I should and shouldn’t be with someone? Where has it gotten me? Maybe there aren’t any signs. Maybe a locket’s just a locket; a chair’s just a chair. Maybe we don’t have to give meaning to every little thing. Maybe we don’t need the universe to tell us what we really want. Maybe we already know that. Deep down.” – Ted Mosby (How I Met Your Mother 8.23)

Komidi Putar

Komidi Putar

Bayangan itu sekelebat dan cepat. Datang diantara kontrasnya cahaya komidi putar dan gelap malam. Silau. Orang awam tak akan mampu melihatnya dengan mata telanjang, hingga aku berkesimpulan ini pesan masa depan. Aku melihatnya meski tak jelas, menatapnya, membangun koneksi yang terasa kuat, lalu ia pergi, kemudian menghilang begitu saja.

Jakarta, 04 Juli 2013

Mustahil adalah…

Mustahil adalah menyenangkan hati semua orang. Ketika kamu dihadapkan pada sebuah pilihan, pilihlah untuk menyenangkan hatimu dulu dengan berbuat yang terbaik untuk dirimu sendiri – tanpa harus memikirkan apa pendapat orang tentang dirimu. Siapapun dirimu, jadi apapun dirimu, akan selalu ada orang yang membencimu, juga tak sedikit orang yang mencintaimu.

– Ibu Matahari :’)

Ekspektasi Logika: Sia-sia?

Dan aku selalu bertanya, apakah pada akhirnya semua akan sia-sia? Apakah perjuangan, harapan, mimpi, dan semua yang menanti di masa depan tak akan terjadi sesuai ekspektasi logika? Aku terbiasa mendapatkan segalanya. Ambisi, keinginan, dan ego yang selalu mendominasi akal sehat membuatku merasa harus mendapatkan apa yang kumau, sehingga tak ada sedikitpun yang kurasa sia-sia atas usaha yang kulakukan.

Sampai aku bertemu pada satu subjek yang sangat, amat, memberikan pelajaran bahwa tak semua yang kauinginkan bisa kaudapatkan, walaupun mungkin kau pikir kau telah melakukan segala usaha dan daya hingga entah harus berbuat apalagi. Hingga datang pada titik dimana kau akan mempertanyakan, apakah sesuatu memang layak untuk tetap diperjuangkan? atau lebih baik kau menyerah saja?

Cukup lama pula perdebatan itu bercokol dalam otakku, membagi logikaku dengan bidang akademik serta hal lainnya. Setelah beberapa waktu, tak sengaja aku menemukan sederet kalimat seseorang di linimasa salah satu jejaring sosial, Tuhan akan memberikan apa yang kau butuhkan, bukan yang kamu inginkan, ujarnya.

Tuhan lebih tau apa yang kau butuhkan dan ketika ia belum memberikan hal yang kamu inginkan, berarti Ia tahu, hal itu belum kau butuhkan. Ia akan memberikannya padamu, mungkin nanti, atau tidak sama sekali karena kamu sudah cukup kuat dengan semua instrumen-instrumen yang telah dianugerahkan kepadamu.

Ya, jika sudah seperti ini, apakah semua yang kau lakukan sia-sia hanya karena kau tak mendapat apa yang kau inginkan? Tidak. Tuhan selalu memberikan pelajaran lewat setiap skenario yang menjadikanmu aktor didalamnya. Agar kamu bisa belajar dan mengambil apa-apa saja yang dapat membuatmu semakin tangguh, semakin kuat.